<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>30loveletters</title>
	<atom:link href="http://30loveletters.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://30loveletters.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:26:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='30loveletters.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>30loveletters</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://30loveletters.wordpress.com/osd.xml" title="30loveletters" />
	<atom:link rel='hub' href='http://30loveletters.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>He&#8217;ll Never Be Me</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/02/06/hell-never-be-me/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/02/06/hell-never-be-me/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 09:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Siapapun nama laki-laki itu, aku yakin dia adalah sosok sempurna yang bisa mengisi hari-harimu indah kembali. Setelah dulu berwarna kusam karena kesalahan yang kubuat. Kamu pasti mensyukuri kehadirannya. Tetapi apakah memang dia yang kamu inginkan? Kamu dulu pernah bilang, apa yang kita inginkan, kadang bukanlah yang terbaik untuk kita. Apa yang kita inginkan, belum tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=73&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Siapapun nama laki-laki itu, aku yakin dia adalah sosok sempurna yang bisa mengisi hari-harimu indah kembali. Setelah dulu berwarna kusam karena kesalahan yang kubuat. Kamu pasti mensyukuri kehadirannya. Tetapi apakah memang dia yang kamu inginkan? Kamu dulu pernah bilang, apa yang kita inginkan, kadang bukanlah yang terbaik untuk kita. Apa yang kita inginkan, belum tentu jawaban atas apa yang kita butuhkan. Ya. Semoga saja dia adalah laki-laki yang tidak hanya kamu inginkan, tetapi yang kamu butuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia pasti memiliki sisi sempurna yang aku tidak miliki. Mungkin segala sisi yang kau benci dari diriku, tidak kamu temui lagi di dirinya. Dengan demikian, mungkin akan membuat hidupmu lebih mudah, dibandingkan dengan duniaku dulu yang seringkali tidak bisa kamu mengerti.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapapun laki-laki itu, tentu adalah sosok yang terpilih dari sekian banyak yang coba menawarkan hatinya untukmu.  Aku tahu, karena kamu bukanlah lagi seorang anak belasan tahun yang dengan suka ria memilih seseorang untuk menjadi pendamping hanya berdasarkan kriteria-kriteria kasat mata yang baru sesaat semata. Darimana aku tahu? Kamu sendiri yang menceritakannya. Dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita-cerita sedih yang melibatkan banyak laki-laki yang silih berganti datang tapi kemudian justru menyakitimu dengan alasannya masing-masing. Ketika satu laki-laki datang dan mencoba memberikan penawar rasa sakit, tetapi pada akhirnya justru kembali membuat luka lain yang lebih sakit lagi. Lebih sakit, karena kamu juga kembali berhadapan pada rasa menyalahkan diri sendiri, mengapa kamu tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“It’s like, it&#8217;s always the same script that I get, but with the different cast..”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">katamu saat itu. <span id="more-73"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Karena memang semua luka hati itu selalu sama rasanya. Sakit. Seharusnya,  dengan pilihanmu kali ini, laki-laki itu tentu bukan lagi laki-laki yang akan membuatmu kembali terluka. Justru mungkin, laki-laki inilah yang akan membuatmu melupakanku, laki-laki terakhir yang pernah menyakitimu dalam hidupmu. Dialah laki-laki sempurna untuk menutup segala lukamu. Selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Benarkah itu yang ada dipikiranmu?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi tahukah kamu, siapapun nama laki-laki itu, dia tetaplah bukan aku.  Bukan berarti aku menganggap tidak ada yang sebaik aku di dunia ini. Percayalah, aku tidak sepercaya diri itu. Tetapi aku yakin, tidak ada yang sebaik itu mencintaimu dibandingkanku.  Karena entah mengapa aku bisa merasakan ketidak-yakinanmu.   Jadi katakan padaku, apakah  yang kau rasakan saat ini bersamanya? Suka? Cinta? Seyakin itukah?  <em>Are you really in love, or is it just the lonely talking?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Percayalah, mungkin sudah tak terhitung lagi banyaknya aku menyamakan cinta dengan rasa kesepian. Bahkan aku juga menyalah-artikan rasa cinta dengan perasaan lainnya . Mencintai karena rasa  iba, kasihan, hingga rasa bahwa mencintai hanya karena sebuah keharusan, bukan karena kebutuhan.  Tak ada satupun perasaan itu membuatku tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bukan lagi anak usia belasan yang menerima seseorang menjadi pasangan hanya karena mengejar  rasa bangga memiliki tangan  yang bisa dipegang disaat kita berjalan, atau memiliki pundahk untuk disandarkan ketika menonton film di bioskop Kita sudah melalui seluruh masa-masa itu. Kita tahu, kita butuh lebih dari sekedar itu. Bahkan, akal sehat dan hati nurani kita tahu, bukan itu yang kita butuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita berpasangan karena kita mencari sebuah ketenangan. Ketenangan itu ada untuk saat ini, dan  di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kamu masih memikirkanku –walaupun sesaat, disaat kau sedang bersamanya,  lupakan laki-laki itu. Kembalilah memikirkanku dengan sepenuh hatimu. Akulah masa depanmu. Akulah tenangmu. Karena tidak sedetikpun hariku yang tidak memikirkanmu hingga saat ini. Kusadari penuh adanya ini, sehingga aku masih akan menutup hatiku dari siapapun. Agar kau tenang, tahu bahwa aku tidak akan kemana-mana.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena aku bukan laki-laki itu.<br />
Laki-laki yang tidak tahu, bahwa di hati perempuannya masih ada sosok laki-laki lain yang masih dicintainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=73&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/02/06/hell-never-be-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>While You Were Sleeping</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/02/01/while-you-were-sleeping/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/02/01/while-you-were-sleeping/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 10:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini aku terbangun.  Jarum pendek di jam dinding kamar menunjuk ke arah angka 2. Sungguh bukanlah sebuah hal yang menyenangkan, terjaga disaat seluruh penghuni dunia terlelap. Atau berusaha untuk itu. Tetapi yang kurasakan hanya ada aku dan sepi disini.  Dan separuh sosok bulan yang semakin tinggi, yang aku yakin sesaat lagi akan sepenuhnya menghilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=66&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Malam ini aku terbangun.  Jarum pendek di jam dinding kamar menunjuk ke arah angka 2. Sungguh bukanlah sebuah hal yang menyenangkan, terjaga disaat seluruh penghuni dunia terlelap. Atau berusaha untuk itu. Tetapi yang kurasakan hanya ada aku dan sepi disini.  Dan separuh sosok bulan yang semakin tinggi, yang aku yakin sesaat lagi akan sepenuhnya menghilang untuk berganti peran dengan kawanan penghias langit lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku teringat dirimu. Semoga kamu sedang tertidur lelap disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Kunyalakan lampu meja di sisi tempat tidurku. Kuatur nafasku perlahan. Pandanganku menerawang ke langit-langit kamar. Ya, semua masih terekam jelas di benak pikiranku. Saat-saat kamu tertidur disampingku, adalah saat-saat dimana aku merasakan ketenangan disekitarku. Kamu tentu tidak pernah tahu, bagaimana aku selalu menikmati saat-saa itu walau hanya sebentar. Lewat pandangan-pandangan singkat yang sempat kucuri ke arahmu setiap kamu terlelap di sebelahku ketika aku melajukan mobilku.Kamu tentu tak pernah tahu bukan,  kalau aku memanfaatkan waktu istirahatmu?</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti malam itu. Ketika kita pulang seusai menikmati makan malam. Kamu mengaku sangat lelah karena seharian didera oleh banyak pekerjaan dan persoalan. Tetapi kamu masih tetap menerima ajakan makan malam dariku. Sehingga ketika kamu menguap untuk kedua kalinya di dalam mobil, aku hanya memintamu untuk menidurkan sandaran kursi mobil, agar kamu bisa lebih nyaman jika kau memang ingin memejamkan mata.</p>
<blockquote><p><em>“Bener ya. Langsung dianter pulang lho. Jangan diputer-puterin..”</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Begitu pesanmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya tersenyum. <span id="more-66"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Toh akhirnya kamu tahu juga, aku tidak mampu memenuhi permintaanmu itu. Karena akhirnya, aku lebih memilih untuk memperlambat laju mobilku. Memilih untuk memutar arah, mencari jalan yang lebih jauh untuk sampai di rumahmu. Ketika biasanya aku selalu mencoba menerobos pintu palang kereta api yang turun, aku pun lebih memilih untuk memperlambat laju mobilku agar ia tertahan kereta api yang melintas. Bukan karena aku ingin melihat kereta api itu, tentu. Tetapi agar aku bisa lebih puas menikmati pemandangan di sebelahku. Begitu pula dengan setiap perempatan, aku sering menahan laju mobilku agar aku bisa terhindar dari sergapan lampu hijau, dan memilih untuk terjebak lampu merah. Demi agar mobil bisa berhenti sempurna. Dan demi agar aku dapat menikmati akhir malamku yang semakin sempurna, memandangi wajahmu yang sedang terlelap.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu begitu damai. Aku bisa merasakannya. Mengalir, menular ke tubuhku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu begitu tenang. Helaan nafas teraturmu, satu persatu merasuk ke dalam jiwaku. Begitu hening.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini aku hanya bisa membayangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Disini, di sisi tempat tidurku. Kumatikan pendingin di ruanganku, kubuka jendela kamar lebar-lebar. Aku ingin merasakan dinginnya malam secara apa adanya, karena ingin kembali mengingat dinginnya malam ketika itu.Bersama dengan bulan yang tinggal separuh itu.  Aku masih yakin, damai dan tenang itu masih ada dalam dirimu. Dalam raut wajahmu. Dalam helaan nafasmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku yakin, t’lah ada penggantiku disisimu. Walau sebenarnya aku ingin untuk tidak yakin.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya tak yakin, apakah dia akan menghargai perasaan itu seperti aku menghargai keberadaanmu  dalam hidupku. Setiap hal kecil dari dirimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya tak yakin, apakah laki-laki itu memikirkanmu&#8230; mengenangmu sepenuh hati seperti aku malam ini..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=66&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/02/01/while-you-were-sleeping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sederhana</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/31/59/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/31/59/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 07:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Kamu bukanlah mahluk yang sempurna. Aku juga. Apakah kita sebuah padanan yang tepat untuk bersama untuk menjadi sempurna? Tidak. Tidak ada yang sempurna di dunia. Tidak sekarang, tidak juga besok atau lusa atau kapanpun. Selelah apapun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa sampai kesana. Terlalu jauh. Yang bisa kita lakukan hanyalah memahami, bahwa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=59&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kamu bukanlah mahluk yang sempurna. Aku juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kita sebuah padanan yang tepat untuk bersama untuk menjadi sempurna?<br />
Tidak. Tidak ada yang sempurna di dunia. Tidak sekarang, tidak juga besok atau lusa atau kapanpun. Selelah apapun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa sampai kesana. Terlalu jauh. Yang bisa kita lakukan hanyalah memahami, bahwa kita memiliki banyak kekurangan yang hanya bisa tertutupi ketika kita bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, akan ada masa dimana kita merasa sudah sempurna satu sama  lain. Dunia kita hanya indah saja, tanpa cela. Tetapi percayalah, itu bukanlah jawaban dari segalanya. Bukan pula jalan yang kita tuju, melainkan sebuah awal dari keinginan-keinginan baru lainnya yang akan memaksa kita kembali bertanya, harus sesempurna apa aku dimatamu dan juga ingin seperti apa kau ubah hidupmu agar terlihat sempurna di hatiku? Sempurna itu tidak pernah cukup. Tidak akan pernah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada saat dimana kamu membuat hidupku merasa penuh. Penuh yang terlalu penuh, sehingga justru segala perasaan itu mengalir tumpah dan hanya menyisakan sedikit saja. Saat dimana cinta muncul dengan terlalu meluap,  membuatku dengan terburu-buru menyusun sendiri gambaran angan tentang bagaimana seharusnya cinta menurutku. Bukan menurut kita. Sehingga ketika angan itu sulit diwujudkan, hanya ada kekecewaan yang tertinggal. Salahku juga. <span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kini, aku ingin kembali merasakan hidupku yang penuh itu. Bukan penuh yang terlalu, tetapi penuh yang cukup. Bukan penuh yang sempurna, karena kini aku tahu, bukanlah kesempurnaan yang aku cari.  Tetapi kesederhanaan. <strong>Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Sesederhana cinta itu sendiri.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin, cinta adalah satu-satunya hal di dunia ini yang mahal nilainya, tetapi tidak diperjual-belikan.  Tuhan memberikannya secara cuma-cuma. Jika kita mau percaya, dan mau membuka hati, kita bisa mendapatkannya dimanapun bahkan di tempat-tempat yang tidak kita duga. Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya. Itu saja. Dan keinginan untuk menempatkannya di tempat yang baik, seperti ketika kita akhirnya mampu membeli sesuatu yang sangat mahal harganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku juga ingin mencintaimu dengan tanpa syarat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, mencintaimu tanpa syarat  apapun. Tak  perlu kau pikirkan apa yang harus kau lakukan agar bisa kucintai. Jadilah dirimu.  Kamu yang selama ini kukenal. Seluruh dirimu, tanpa ada yang harus kau tutupi. Karena entah kau sadari atau tidak, semua itulah yang akan membuatku mencintaimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seungguhnya selama ini aku benar-benar tidak tahu bagaimana caranya mencintai seperti itu. Bagaimana aku tahu caranya jika aku sendiri tidak percaya bahwa di dunia ini ada bentuk cinta seperti itu?  Bagiku, mencintai tanpa harus memiliki, hanyalah sebuah bait dari lagu cinta picisan yang ditulis oleh mereka yang ingin membuat lagunya terlihat lebih indah dan lebih menguras airmata. Bagiku, mencintai adalah dicintai kembali. Jika tidak, untuk apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat aku meyakini, bahwa mencintaimu dengan tanpa syarat adalah sebuah keputusan terbaik yang akan kulakukan dalam hidupku. Bahkan ketika kamu akhirnya benar-benar memilih untuk tidak memilihku kembali dalam hidupmu, percayalah… aku akan tetap menjaga perasaanku padamu. Aku yakin itu. Bagaimana bisa, jangan tanyakan padaku karena aku sendiripun tidak tau. Yang aku bayangkan, ketika aku bahagia, maka akupun bahagia. Sesimpel ini. Sesederhana ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah ini sebuah bentuk kepasrahan, akupun tidak tahu. Tuhan yang akan menilainya. Yang aku tahu, dan yang aku yakini hanyalah, aku merasa lengkap dengan mencintaimu. Merasa lengkap sebagai manusia yang masih memiliki kemampuan untuk mencinta dan membaginya pada yang lain. Tidak memendamnya sendiri, tidak merasakannya sendiri. Aku merasa hidup. Tidak mati. Aku percaya, sangat percaya,  jika pun aku tidak mendapatkan balasan untuk itu, tidak akan ada yang kan hilang dari diriku. Aku tetaplah aku. Bagian penuh cinta yang terlanjur kuserahkan, tidak akan membuatku tak lengkap sebagai manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku ingin melanjutkan hidupku dengan sederhana.<br />
Dan,walau melakukan tak semudah mengatakannya, bagiku sederhana adalah menerima dirimu apa adanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=59&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/31/59/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How Are You?</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/27/how-are-you/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/27/how-are-you/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 07:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[“Apa kabarmu hari ini?” Pertanyaan yang jika diajukan hari-hari terakhir ini, hanya akan kujawab dengan senyuman sekilas saja. Berharap dengan senyuman yang tersungging di bibirku, bagaimanapun kecut terlihatnya, akan memberikan jawaban yang orang-orang itu ingin dapatkan dariku. Biarlah mereka yang memutuskan, apakah aku baik-baik saja atau tidak. Terkadang aku bertanya. Mengapa mereka ingin sekali tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=53&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apa kabarmu hari ini?”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan yang jika diajukan hari-hari terakhir ini, hanya akan kujawab dengan senyuman sekilas saja. Berharap dengan senyuman yang tersungging di bibirku, bagaimanapun kecut terlihatnya, akan memberikan jawaban yang orang-orang itu ingin dapatkan dariku. Biarlah mereka yang memutuskan, apakah aku baik-baik saja atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkadang aku bertanya. Mengapa mereka ingin sekali tahu bagaimana keadaanku? Apakah mereka memang peduli,  ataukah mereka hanya ingin sekedar berbuat baik? Mungkin mereka memang ingin tahu bagaimana keadaanku saat ini, setelah sebelumnya tahu bahwa tidak ada lagi kamu di hidupku. Sanggupkah aku bertahan dan tetap menjadi aku yang mereka kenal? Dan mungkin mereka juga ingin menawarkan bantuan, jika memang aku membutuhkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hargai itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kadang mereka lupa. Sebuah rasa sakit, tetaplah rasa sakit. Yang mau bagaimana pun besarnya coba dibagikan, akan tetap membuat kita merasa, itu tetaplah sebuah rasa sakit. Seorang teman pernah menyadarkan aku tentang hal itu. Kadang, ketika kau sedang terbaring lemah karena sebuah  penyakit dan orang-orang datang menjenguk sambil kemudian menanyakan sakit apakah yang kita derita dan bagaimana itu bisa terjadi, pertama-tama itu terasa sebuah wujud kepedulian. Itu manis.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya pertanyaan yang sama selalu diajukan oleh setiap tamu berikutnya, semua justru akan terasa menyakitkan. <span id="more-53"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menceritakan penyakit itu .. <em>over and over again, somehow</em> .. membuat kita akan tetap disadarkan bahwa kita memang sakit&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, aku biasanya lebih memilih untuk  tersenyum. Jikapun aku masih memiliki daya untuk menjawab, aku hanya bisa mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. <em>“I’ll be fine”</em>. Akan. Ya, akan. Akan itu berarti saat ini belum. Dengan harapan, mereka cukup bisa memahami, dan setelahnya, mereka tidak lagi mengajukan pertanyaan-pertanyaan tambahan berikutnya. Karena sesungguhnya, akut tidak pernah pandai dalam urusan berbohong.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tahu rasanya. Sehingga jika kini aku menjadi mereka, dan bertanya bagaimana kabarmu, apakah <a href="http://jeunglala.wordpress.com/2012/01/26/do-you-remember/" target="_blank">kamu</a> sudi menjawabnya? Karena aku sungguh-sungguh ingin tahu. Bukan sekedar ingin bersikap baik, atau ingin terlihat baik dimatamu. Ya, aku sungguh ingin tahu. Karena ku sungguh rindu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tahu, aku harus sadar diri jika kamu merasa terganggu dan enggan untuk menjawabnya. Kembali, aku akan mengerti. Ya, akan. Akan itu berarti saat ini belum. Tetapi aku akan mencobanya. Sama halnya ketika kamu ternyata memberikan jawaban yang tidak aku inginkan, bahwa  aku tak lagi memiliki hak untuk menanyakan bagaimana perasaanmu. Aku akan menerima. <em>You have all the right to say that.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, pertanyaanku itu hanyalah pengganti dari sebuah pertanyaan yang lain yang lebih ingin kutanyakan padamu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apakah kau telah menemukan penggantiku?”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetapi tidak berani kutanyakan. Bukan. Bukan karena aku terlalu ingin tahu atau mencampuri kehidupanmu, aku tahu aku tidak punya lagi hak untuk itu. Ketika kita bersama pun, aku selalu berusaha memberikan ruang bagi dirimu sendiri. Memilikimu bukan berarti menguasai seluruh hidupmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya ingin tahu, apakah jawabanmu nanti itu juga akan menjadi jawaban dari perasaan yang sedang menderaku saat ini. Sehingga aku tahu pasti,  perasaan ini sungguh terjadi ataukah hanya ketakutanku saja. Karena aku tahu, sebuah firasat terkadang datang mengganggu, dan bukannya membantu.  Jawablah, jika kamu memang ingin dan bukan karena merasa harus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai nanti, sampai aku tahu pasti itu, aku akan tetap mencoba menjaga hatiku untukmu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Until you tell me not to.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=53&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/27/how-are-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>If I Never Get To Heaven</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/26/if-i-never-get-to-heaven/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/26/if-i-never-get-to-heaven/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 05:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa besar arti cintamu buatku? Mana mungkin sanggup aku menggambarkannya?  Seperti sulitnya membuat sebuah tulisan dengan riak air di sebuah genangan. Hampir tidak mungkin. Seperti susahnya melihat udara yang setiap hari kuhela. Tidak nampak, tetapi benar-benar kurasakan. Hadirnya bisa kusyukuri setiap saat. Ya. Mungkin seperti itulah arti kamu buatku. Seperti oksigen yang mampu membantuku kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=47&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seberapa besar arti cinta<span style="text-decoration:underline;"><em><strong><a href="http://jeunglala.wordpress.com/2012/01/26/someday-well-know/#more-4391" target="_blank">mu</a></strong></em></span> buatku?</p>
<p style="text-align:justify;">Mana mungkin sanggup aku menggambarkannya?  Seperti sulitnya membuat sebuah tulisan dengan riak air di sebuah genangan. Hampir tidak mungkin. Seperti susahnya melihat udara yang setiap hari kuhela. Tidak nampak, tetapi benar-benar kurasakan. Hadirnya bisa kusyukuri setiap saat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya. Mungkin seperti itulah arti kamu buatku. Seperti oksigen yang mampu membantuku kembali bernafas panjang setelah sebelumnya hampir terkapar karena deraan rasa kecewa dan dikecewakan. Juga seperti udara yang dengan ringan mampu membawa seluruh tubuhku pergi. Jauh ke tempat dimana hanya ada kamu dan aku saja, dan juga udara itu sendiri. Tempat dimana kita saling berbagi hela. Berbagi kehidupan. Tanpa ku sadari, kaulah hidupku. Yang menyambung nafasku untuk beberapa saat lalu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga berlebihankah jika aku menyebut dirimu adalah surga?<span id="more-47"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Karena selama ini aku berdoa agar aku bisa dipertemukan dengamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti setiap hari aku selalu menghadapkan diriku ke kiblat untuk sepenuh hati berdoa, berbicara dengan sang Pencipta. Kiranya Dia sudi menempatkan tulisan ‘RESERVED’ pada salah satu kursi di surga untukku. Satu, saja. Karena aku – seperti juga yang lain, ingin sekali merasakan seperti apa surga yang selalu dijanjikan Tuhan untuk umatnya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah kenapa aku selalu meluangkan waktuku untuk-Nya setiap hari. Bukan hanya meminta, tetapi juga berterimakasih karena sudah baik hati memberikan sosok yang mampu menjagaku, yang mampu mebuatku tetap bertahan untuk kembali mencinta dengan sisa-sisa kekuatanku. <em>It feels like I&#8217;m in heaven</em>. Padahal aku juga tidak tahu bagaimana rupa bentuk dan rasa surga sesungguhnya. Tidak ada yang pernah tahu. Yang kutahu, semua agama selalu menggambarkan surga adalah tempat dimana segala kebaikan ada disana. Hanya ada kebaikan. Titik.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So this is my idea of &#8216;heaven&#8217;. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>You. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Siapa butuh surga jika ada kamu disampingku?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;" align="center"><em>I f  I never get to heaven, then at least i will have known<br />
I had an angel here on earth that I could call my very own&#8230;<br />
and if this world should end tomorrow,  this much I know is true<br />
I found my piece of heaven the day that I found you..</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>You&#8217;re my heaven on earth. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Still. And always will be.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=47&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/26/if-i-never-get-to-heaven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Man Enough To Cry</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/24/man-enough-to-cry/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/24/man-enough-to-cry/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 10:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ayahku dulu selalu berkata, laki-laki itu tidak boleh cengeng. Tidak boleh menangis. Karena laki-laki dilahirkan untuk menjadi pilar kekuatan bagi perempuan. Bidang dada yang dimiliki, bukan untuk berguncang karena tangisan, tetapi untuk menjadi penyandar yang menguatkan dan menenangkan. Begitu ayahku selalu berpesan. Tidak demikian dengan ibuku. Jika kau ingin menangis, menangislah. Karena kau manusia, dikaruniai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=41&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayahku dulu selalu berkata, laki-laki itu tidak boleh cengeng. Tidak boleh menangis. Karena laki-laki dilahirkan untuk menjadi pilar kekuatan bagi perempuan. Bidang dada yang dimiliki, bukan untuk berguncang karena tangisan, tetapi untuk menjadi penyandar yang menguatkan dan menenangkan. Begitu ayahku selalu berpesan.</p>
<p>Tidak demikian dengan ibuku. Jika kau ingin menangis, menangislah. Karena kau manusia, dikaruniai perasaan. Berbagai macam perasaan bisa kita rasakan. Itulah kebanggaan kita sebagai manusia. Menangis adalah ungkapan jujur yang tidak dimiliki mahluk ciptaaan Tuhan lainnya. Kelak kau akan bisa merasakan, bahwa menangis tidak selalu menunjukkan kau cengeng atau lemah. Kau akan tahu dan merasakan, bahkan ketika kau sedang begitu menahan amarah yang meluap pun, kamu bisa menangis. Karena saat itu kau tahu, meluapkan dengan cara yang merusak itu bukanlah jawaban dari segala persoalan, tetapi justru akan membuatmu tidak bernilai sebagai laki-laki.</p>
<p>Dan jangan lupakan pula, kelak ketika kau sedang merasakan bahagia yang membuncah pun, kau pun bisa menitikkan air mata.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Kamu pikir, papah kamu nggak nangis ketika pertama kali menggendong kamu waktu masih bayi?&#8221; </em></p></blockquote>
<p>Begitu ibuku bercerita sambil tersenyum, mencoba makin meyakinkanku bahwa menangis adalah sebuah hal yang sangat manusia.</p>
<p>Aku tidak memihak kepada siapapun untuk hal ini. Bukan berarti ayahku adalah sosok manusia yang tidak berperasaan. Aku hanya tahu, mereka adalah orang-orang bijaksana yang selalu berusaha menuntunku untuk menjadi laki-laki yang baik. Aku tahu, ayah dan ibuku ingin mengatakan bahwa bagaimanapun laki-laki harus lebih tegar dari perempuan tanpa harus kehilangan atau tanpa harus terlihat berlebihan mengumbar perasaannya.</p>
<p>Bohong kalau aku tidak menangis saat itu. Sesaat setelah aku meminta diri dari<span style="text-decoration:underline;"><em><a href="http://http://jeunglala.wordpress.com/2012/01/24/kamu-memang-benar-benar-lelaki/" target="_blank">mu</a></em></span>. Dari hubungan cinta kita. <span id="more-41"></span></p>
<p>Sesaat setelah kututup pintu kamar dan kujatuhkan badanku ke kasur, airmata itu tiba-tiba saja ikut jatuh tanpa bisa aku cegah, mengalir di kedua pipiku.  Entahlah. Ada kesedihan yang luar biasa di dalam dadaku. Kesedihan yang&#8230; ah, entahlah. Aku sendiri bingung menjelaskannya. Sedih, tetapi juga sekaligus marah.</p>
<p>Aku marah pada diriku karena aku ternyata menjadi laki-laki kebanyakan yang kamu kenal. Laki-laki yang akhirnya membuatmu menutup diri dan membuat kesimpulan, bahwa kehadiran kami di dunia ini hanyalah serupa hibrida yang diciptakan untuk mencarut-marut hati perempuan saja. Laki-laki yang muncul dengan sosok yang terlihat sempurna, demi bisa memenangkan hatimu, lalu dengan segala macam daya upaya meremukkannya disaat aku menginginkannya. Laki-laki yang dengan perkasa membuat janji, seolah-olah hanya aku dan kamu saja yang menghuni setiap jengkal dunia, tetapi kemudian memilih untuk pergi begitu muncul rasa bosan, seolah-oleh perempuan hanyalah permen karet yang bisa dibuang begitu hilang rasa manisnya.</p>
<p>Ya. Malam itu aku seperti tertampar sendiri.</p>
<p><em>I am THAT guy. </em></p>
<p>Akulah laki-laki itu. Laki-laki yang selama ini selalu kau takutkan. Laki-laki yang juga selama ini tidak kukira, akan menjadi salah satu diantaranya.</p>
<p>Aku pun menangis karena malu, tiba-tiba  teringat janjiku padamu saat dulu kita berusaha menegaskan keberadaan kita satu sama lain.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Aku sudah memilih kamu.  Dan aku akan bertanggung-jawab penuh untuk itu..&#8221; </em></p></blockquote>
<p>Kamu memelukku saat itu.  Kamu percaya penuh padaku.  Akupun memelukmu erat. Kau ingat waktu itu? Ada tangisan tidak ketara di diriku saat itu. Tangisan bahagia karena akhirnya aku bisa mendekapmu, merasakan hangat cintamu.</p>
<p>Saat itu, tangisanku jauh lebih berharga. Karena aku menangis denganmu. Dan aku tidak malu untuk itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=41&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/24/man-enough-to-cry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unhappy Happiness</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/24/unhappy-happiness/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/24/unhappy-happiness/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Hari demi hari, aku makin merasa bahwa manusia itu mahluk yang tidak tahu diri. Yang dilakukannya hanya meminta diberikan ini dan itu. Jumlahnya bisa bertambah dengan cepat, tidak pernah sekalipun berkurang.  Bagaimanapun buruknya komunikasi kita dengan Tuhan, kita selalu merasa tetap berhak untuk mendapatkan apa yang kita minta itu. Begitu juga aku. Aku tidak pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=29&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari demi hari, aku makin merasa bahwa manusia itu mahluk yang tidak tahu diri. Yang dilakukannya hanya meminta diberikan ini dan itu. Jumlahnya bisa bertambah dengan cepat, tidak pernah sekalipun berkurang.  Bagaimanapun buruknya komunikasi kita dengan Tuhan, kita selalu merasa tetap berhak untuk mendapatkan apa yang kita minta itu.</p>
<p>Begitu juga aku. Aku tidak pernah bosan meminta. Tanpa aku sadari,  karena terlalu sibuknya meminta, aku terlupa untuk mempersiapkan diriku sendiri. Apakah aku siap ketika kemudian Tuhan memberikan jawaban dari segala permintaanku itu sekaligus? Dengan tanganku yang hanya dua ini, sanggupkah aku menerima dan memegangnya hingga takkan terlepas kemudian?</p>
<p>Ternyata tidak.</p>
<p>Sebenarnya tidak banyak yang aku minta pada Tuhan. Karena aku khawatir, semakin banyak yang aku minta, Tuhan akan mengira aku sudah memaksanya, bukan meminta tolong padanya. Sehingga aku hanya ingin diberikan satu hal : <strong><em>kebahagiaan</em></strong>.  Cukup. Tetapi ada satu hal yang aku lupa, bahwa kebahagiaan bukanlah sebuah hal yang remeh. Kebahagiaan adalah sebuah tanggungjawab. Memang seberat itu. Pernahkah kau menyadarinya?</p>
<p>Dan <strong><em><a href="http://http://jeunglala.wordpress.com/2012/01/22/jeda/" target="_blank">kamu</a></em></strong>, kamu serupa dengan kebahagiaan. <span id="more-29"></span></p>
<p>Kamu datang seketika, menjadi jawaban dari doa-doaku itu. Aku pun menyadari itu, karena seberapa cepat atau lambat datangnya, itu semua adalah karena ada jejak tangan  Tuhan disana. Hingga kemudian aku seperti tersentak hebat, yang membuatku seperti gamang berpijak. Benarkah ini kebahagiaan yang aku cari? Yang aku minta? Kenapa semudah itu aku mendapatkannya? Tetapi yang menjadi tanya terbesarku adalah, kenapa tiba-tiba aku merasa tidak pantas untuk merasakan kebahagiaan ini?</p>
<p>Percayalah, aku sudah lama bermimpi tentangmu. Untuk sekedar bisa menemukan sosokmu dalam nyata. Terlalu indah dan terlalu tinggi mimpi itu dulu kurasa, sehingga ketika kau benar-benar dikirimkan oleh-Nya, aku sering merasa sepertinya Tuhan justru sedang mengujiku, apakah aku benar-benar siap mendapatkan apa yang aku minta.</p>
<p><strong><em>Apakah aku siap memberikan diriku  untukmu? </em> </strong></p>
<p><em><strong>Apakah aku siap membagi dirku denganmu?  </strong></em></p>
<p><strong><em>Sepenuhnya?</em></strong></p>
<p>Percayalah. Aku meragu bukan karena cintamu.  Aku meragu karena diriku sendiri. Oleh alasan-alasan yang kubuat sendiri. Karena ketakutan-ketakutanku sendiri. Yang bodohnya, tidak kubagikan padamu untuk kamu dengarkan, untuk kamu bantu hilangkan. Padahal seharusnya aku tahu, kamu juga yang  pasti bisa menenangkan..</p>
<p>Ini tentu bukan jawaban dari semua keingintahuanmu kenapa aku akhirnya memilih untuk pergi. Karena percaylah,  semakin hari pun aku ingin sekali menganulir jawaban yang kubuat ini, dan menggantinya dengan jawaban lain yang lebih masuk di akal, dan tentu saja, di hatiku. Yang terpenting, di hatimu.</p>
<p>Sekarang aku tahu, bagaimana kita meminta kebahagiaan itu jauh berbeda dengan bagaimana kita menerimanya&#8230;</p>
<p>Semoga kamu tahu. Bagaimanapun caramu kini kamu melihatku, kamu tetaplah kebahagiaan yang yang tetap akan aku minta dalam setiap doa.Entah kapan lagi Tuhan akan memberikannya padaku..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=29&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/24/unhappy-happiness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Pagi, Siang dan Malam</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/20/kepada-pagi-siang-dan-malam/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/20/kepada-pagi-siang-dan-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 13:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah kamu, Menyambut pagi terasa lebih mudah dengan ada-mu. Terasa sekali ringannya membuka mata dan membuat segaris senyum di bibirku. Karena apa? Karena ada kamu yang sudah duduk manis didalam pikirku, bahkan sejak aku akan memejamkan mata tadi malam. Kamu hebat sekali. Mampu menjagaku tertidur hingga pagi ini datang. Lagu-lagu cinta yang kuputar di pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=23&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah kamu,</p>
<p>Menyambut pagi terasa lebih mudah dengan ada-<em><strong><a href="http://jeunglala.wordpress.com/2012/01/20/pada-secangkir-kopi/" target="_blank">mu</a></strong>. </em>Terasa sekali ringannya membuka mata dan membuat segaris senyum di bibirku. Karena apa? Karena ada kamu yang sudah duduk manis didalam pikirku, bahkan sejak aku akan memejamkan mata tadi malam. Kamu hebat sekali. Mampu menjagaku tertidur hingga pagi ini datang.</p>
<p>Lagu-lagu cinta yang kuputar di pagi hari, terasa lebih menyemangati. Segelas besar air putih yang kutuang  dan kuteguk perlahan, terasa lebih menyegarkan tenggorokan. Setangkup roti gandum yang kadang terasa hambar, terasa lebih renyah dan gurih didalam mulutku.  Kamu tahu? Itu semua karena ada kamu didalam pikirku.</p>
<p>Memang pagi kemudian akan terasa singkat, terlalu singkat malahan, untuk sekedar mengingat lagi canda tawa kita semalam. Walau hanya melalui sambungan telepon tanpa bisa beradu pandang. Tetapi aku seperti ada disampingmu, didalam mobil yang sedang kau pacu, menemanimu meniti jalan-jalan sepi di malam hari ketika kau pulang dari tempat kerja.</p>
<p>Semua terasa indah saja. Karena memang iya.</p>
<p>Semudah hatiku menyambut datangnya siang. Tidak perlu kugambarkan lagi bagaimana nikmatnya makan siangku jadinya, setelah membaca kalimat <em>“Selamat makan siang ya, sayang..”</em> di layar BlackBerry ku. Kamu tahu, wujud nyatamu memang tak nampak menemaniku menghabiskan butir demi butir nasi yang ada di piring, tetapi sejuknya perhatianmu seperti mampu menghapuskan butir demi butir keringat yang sering membasahi keningku akibat menikmati efek pedas dari sambal kegemaranku.</p>
<p>Demikian hebatnya kamu menjadi siangku. <span id="more-23"></span></p>
<p>Sempat aku meragu, apakah kau akan tetap ada menemaniku hingga malam tiba. Aku khawatir semua itu akan hilang, ikut meluruh seperti sang terang yang merelakan sinarnya untuk dibagikan kepada kegelapan malam.</p>
<p>Tetapi tidak. Kamu dengan indah menunjukkan kesetianmu untuk menjadi peneman hariku. Berjanji setia dari awal hingga hari usai. Tidak pagi, tidak juga hanya siang, tetapi hingga tiba sang malam. Kamu tahu, tidak ada lagi yang mengerikan ketika memasuki malam. Dinginnya justru terasa hangat, dan heningnya justru terasa nikmat. Memikirkanmu disaat ku sendiri, di ruang kerjaku. Diantara tumpukan kertas-kertas dan pekerjaan yang menuntut ingin lebih dulu dikerjakan, tetapi semua itu tidak ada yang bisa menandingimu. Kamu yang selalu ada di urutan pertama.</p>
<p>Untuk kupikirkan. Tanpa harus kupaksakan.</p>
<p>Hingga saat ku merebahkan tubuh penatku di tempat tidur lagi. Dan keadaan kembali lagi seperti yang sebelumn-sebelumnya lagi. Meneleponmu. Mendengar suaramu. Mendengar tawa khasmu. Mendengarkan hening dari setiap jeda pembicaraan kita di telepon. Menjadi sebuah kebahagiaan yang selalu tak sabar untuk segera kujemput sebelum aku benar-benar tertidur dan menjemput mimpiku yang sebenarnya,  kamu.</p>
<p>Karena kamu ada di pikirku. Itu berarti, kamu ada di diriku.</p>
<p>Kamu adalah aku.</p>
<p>Aku itu kamu.</p>
<p>Tidak ada sedetikpun di hariku, tak memikirkanmu. Tidak pagi, siang atau malam. Karena semua adalah tentang kamu. <em>You’re my morning, my noon and my night.</em></p>
<p>Ya, aku tahu aku pernah mengatakan padamu.  Aku bilang, aku mencintaimu. Aku bilang, tak ada siapapun yang bisa membuatku segila ini. Akupun bilang, hanya kamu yang tahu bagaimana membuatmu merasa bahwa kamu adalah poros dari segala putaran waktuku.</p>
<p>Kini kamu tahu, bagaimana berantakannya hidupku tanpamu. Semuanya terasa hampa, biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tidak ada bedanya. Kalaupun ada, aku tidak lagi merasakan bahagia. Itu bedanya.</p>
<p>Tetapi aku tidak ingin berbeda. Aku ingin kita tetap sama. Kembali sama.</p>
<p>Ingin sekali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=23&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/20/kepada-pagi-siang-dan-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggila</title>
		<link>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/19/menggila/</link>
		<comments>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/19/menggila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>30loveletters</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://30loveletters.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Aku memang tidak pernah tahu bagaimana dengan cepatnya kamu datang. Karena semuanya terjadi begitu cepat. Yang ku tahu hanyalah secepat itu juga kamu membuatku percaya lagi bahwa Tuhan tidak ingin aku larut terlalu dalam dalam sepi dan kesedihan. Bahwa Tuhan mungkin ingin memberikanku hadiah atas kebaikan yang telah kulakukan di masa lalu. Kamu. Sungguh, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=9&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku memang tidak pernah tahu bagaimana dengan cepatnya<strong><span style="text-decoration:underline;"><em> <a href="http://jeunglala.wordpress.com/">kamu</a></em></span></strong> datang. Karena semuanya terjadi begitu cepat. Yang ku tahu hanyalah secepat itu juga kamu membuatku percaya lagi bahwa Tuhan tidak ingin aku larut terlalu dalam dalam sepi dan kesedihan. Bahwa Tuhan mungkin ingin memberikanku hadiah atas kebaikan yang telah kulakukan di masa lalu. Kamu.</p>
<p>Sungguh, aku tidak pernah tahu mengapa bisa secepat itu kamu hadir di hidupku. Sepertinya tidak bisa kumengerti. Yang aku tahu hanyalah, bagaimanapun kerasnya kamu mengingat apa-kapan-dimana-darimana itu terjadi, sepertinya itu semua tidak akan mampu menjelaskan bagaimana Tuhan sebenarnya sudah membuatkan skenario besar yang sudah disusun-Nya untuk umatnya. Kita.</p>
<p>Sayangnya,  itu semua masih disimpan-Nya rapat-rapat. Tidak ada satupun dari umat yang bisa mencuri lihat, bagaimanapun caranya. Tuhan pasti tidak akan senang jika rencananya itu bocor. Ia adalah serang <em>planner</em> yang handal. Ia adalah seorang pemberi kejutan yang hebat. Tetapi Ia juga memiliki <em>sense of humor</em> yang aneh. Ibarat seorang komedian, kadang kita justru takut untuk memberi tepukan tangan bagi setiap ‘joke-joke’ yang dikeluarkannya.</p>
<p>Tapi ia tetaplah Dia. Yang lebih suka jika kita duduk tenang dan percaya saja. Percaya dengan iman kita.</p>
<p>Tetapi itulah yang kadang membuat kita gila&#8230;</p>
<p>Menanti dan menebak-nebak semua rencananya. Karena kita hanya ingin bahagia, menolak duka. Menginginkan pelangi, tanpa harus melalui derasnya hujan. Menginginkan sinar matahari, tanpa harus melalui dinginnya udara menjelang pagi. Kita hanya menginginkan apa yang kita inginkan.</p>
<p>Tidak sampai seratus duapuluh hari kita berada dalam rasa  yang sama. Rasa yang membuat kita nyaman saling duduk berhadapan, memandang satu sama lain. Bergantian. Kadang bersamaan. Tanpa kata, namun hati kita seperti sedang saling menjaga debarnya. Agar getar bahagianya tidak sampai meluap hingga membuat kita berbuat sesuatu yang bodoh. Padahal kita tahu, apapun kebodohan yang dilakukan atas nama rasa yang kita rasakan saat itu, semua akan terasa masuk di akal saja&#8230;</p>
<p>Ternyata aku salah. Tidak semua. <span id="more-9"></span></p>
<p>Ya. Ternyata tidak semua kebodohan akan terasa masuk diakal. Selalu akan ada kebodohan yang tetap akan tinggal menjadi sebuah kebodohan. Seperti ketika malam itu aku memutuskan untuk pergi dari kamu. Entah apa yang menjalari pikirku saat itu, tetapi semua seperti terjadi begitu cepat tanpa bisa aku mengendalikannya. Apakah Tuhan kali ini sudah membalik skenarionya dan memaksaku sampai pada halaman dimana aku harus berperan sebagai orang bodoh yang jahat dan menyebalkan?</p>
<p>Aku tidak percaya itu. Itu bukan Tuhan. Itu aku. Aku yang tiba-tiba terlalu berani berimprovisasi, mendahului rencana-Nya. Sebuah keputusan gila.</p>
<p>Tidak perlu hitungan jam. Tidak perlu waktu yang lama untukku kemudian menyadari betapa aku sudah gila telah meminta pergi darimu dan meninggalkanmu dengan tanda tanya. Dan luka. Kamu tahu, aku hanya terduduk lemas di lantai kamar seusai mematikan handphone malam itu. Kosong. Karena kegilaanku sendiri.</p>
<p>Semampuku kucoba memejamkan mata. Semampuku mencoba mencari pembenaran atas perbuatanku.</p>
<p>Banyak orang mengatakan, berbaik sangka-lah. Kucoba itu. Kukira pergi darimu adalah sebuah keputusan yang baik bagiku dan bagimu. Sepertinya tidak adil aku membagi kegelisahanku padamu. Tak tega rasanya. Kegelisahan itu akan tidak sepadan dengan segala perhatian dan kebaikan yang sudah kamu berikan untukku. Siapa sangka bahwa berbaik sangka justru bukanlah sesuatu yang baik? Aku marah. Aku kecewa. Aku menyesal karena sudah melakukannya!</p>
<p>Seharusnya aku berburuk sangka saja.</p>
<p>Ya. Seharusnya aku berburuk sangka pada keputusanku saat itu. Berpikir bahwa apa yang kulakukan itu akan membuat goresan luka di hatimu. Tidak akan ada yang bahagia setelah ini benar-benar terjadi. Sehingga aku bisa lebih bersabar hati dan lebih bijak dalam mengambil keputusan. Tidak menyerah padamu. Terlebih lagi, tidak menyerah pada diriku sendiri..</p>
<p>Kini aku menggila dengan semua rasaku sendiri.</p>
<p>Sedih.  Bersalah. Dan malu&#8230;</p>
<p>Haruskah secepat ini juga aku mengatakan bahwa aku masih sangat mencintaimu?</p>
<p>Malam ini kubiarkan diriku menggila bersama Manilow yang entah sudah berapa kali terputar di ruangan ini.</p>
<blockquote><p>“Somewhere down the road, our love will crossed again, it doesn’t really matter when&#8230;”</p></blockquote>
<p>Ya.<em> It doesn’t really matter when</em>.</p>
<p>Entah kapan.</p>
<p>Itu yang membuatku menggila.</p>
<p>Entah kapan  &#8216;kapan’ itu akan benar-benar datang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/30loveletters.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/30loveletters.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=30loveletters.wordpress.com&amp;blog=31719516&amp;post=9&amp;subd=30loveletters&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://30loveletters.wordpress.com/2012/01/19/menggila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1eea497436a8dd6ca984f071c7f2e879?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">30loveletters</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
