Kamu bukanlah mahluk yang sempurna. Aku juga.
Apakah kita sebuah padanan yang tepat untuk bersama untuk menjadi sempurna?
Tidak. Tidak ada yang sempurna di dunia. Tidak sekarang, tidak juga besok atau lusa atau kapanpun. Selelah apapun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa sampai kesana. Terlalu jauh. Yang bisa kita lakukan hanyalah memahami, bahwa kita memiliki banyak kekurangan yang hanya bisa tertutupi ketika kita bersama.
Memang, akan ada masa dimana kita merasa sudah sempurna satu sama lain. Dunia kita hanya indah saja, tanpa cela. Tetapi percayalah, itu bukanlah jawaban dari segalanya. Bukan pula jalan yang kita tuju, melainkan sebuah awal dari keinginan-keinginan baru lainnya yang akan memaksa kita kembali bertanya, harus sesempurna apa aku dimatamu dan juga ingin seperti apa kau ubah hidupmu agar terlihat sempurna di hatiku? Sempurna itu tidak pernah cukup. Tidak akan pernah.
Ada saat dimana kamu membuat hidupku merasa penuh. Penuh yang terlalu penuh, sehingga justru segala perasaan itu mengalir tumpah dan hanya menyisakan sedikit saja. Saat dimana cinta muncul dengan terlalu meluap, membuatku dengan terburu-buru menyusun sendiri gambaran angan tentang bagaimana seharusnya cinta menurutku. Bukan menurut kita. Sehingga ketika angan itu sulit diwujudkan, hanya ada kekecewaan yang tertinggal. Salahku juga.